Cupang Plakat Giant

Setelah kemunculan Cupang Plakat Halfmoon, Plakat Fancy dan Plakat Koi, kini hadir lagi jenis yang 'extra large' atau extra besar, yang dikenal dengan Giant Plakat atau Cupang Plakat Giant.
Cupang Plakat Giant sesuai dengan namanya 'Giant' atau 'raksasa', maka ukuran tubuhnya pun besar, dua kali lipat dari ukuran cupang pada umumnya.
Cupang Giant ini menjadi alternatif lain bagi peminat ikan cupang hias di Indonesia. Ikan ini masuk ke Indonesia pada tahun 2007.

Dengan pemeliharaan yang baik, ikan ini bisa tumbuh sepanjang 15 cm. Ukuran ini tentunya sangat besar untuk ukuran ikan cupang yang selama ini diketahui. Selain besar, tubuh ikan ini juga tebal apabila dilihat dari atas atau dari depan. 
Dengan tubuh yang besar otomatis gerakan cupang giant ini tidaklah seaktif cupang berukuran normal. Walau begitu ketika sedang melihat ikan sejenisnya ternyata ikan ini juga sangat agresif, membuka insang dengan gerakan siap menyerang memperlihatkan kemarahannya.

Cupang Plakat Giant, ditemukan dan dikembangkan pertamakali oleh Athapon (Uncle Sala) dan anaknya Natee. Mereka adalah pemilik Diamond Fish Farm di Thailand. Awalnya ketika sedang memperhatikan koleksi cupangnya di kolam pemeliharaan mereka, mereka menemukan seekor cupang plakat dengan panjang 10 cm, ketika itu juga timbul ide untuk mengembangkan cupang tersebut, mengawinkannya dengan betina yang berukuran besar juga demi tujuan mereka. Pada tahun 1999, mereka mulai mengembangbiakkan cupang besar tersebut. Pada tahun 2001 mereka pun mulai memasarkan dengan nama Giant Betta, yang kemudian dikenal dengan nama Giant Plakat Betta.
Setahun kemudian Giant Plakat Betta diikutsertakan dalam kontes cupang internasional IBC di Amerika Serikat. Hasilnya sesuai dengan harapan mereka, seekor Giant  Plakat Betta terjual dengan harga US$ 1000 di Aquabid.
Giant Plakat Betta di Indonesia lebih umum dikenal dengan nama Cupang Plakat Giant.

Pertumbuhan Cupang Plakat Giant dalam waktu 5 bulan bisa mencapai 7,5 cm. Dengan pemeliharaan yang baik serta kontinyu mungkin akan dapat dicapai panjang tubuh sekitar 12 cm atau lebih. Ukuran terbesar yang pernah ada sekitar 15 cm.

Gallery

Copper Giant


Red Dragon


Snow Giant


Monster Giant

Betta simorum

Klasifikasi
Ordo: Perciformes
Family: Osphronemidae
Genus: Betta
Species: Betta simorum  Tan & Nguyen, 1996

Penyebaran: Jambi, Riau dan Kalimantan Barat


Species Betta simorum, ditemukan di Sumatra (Jambi dan Riau) dan juga ditemukan di aliran sungai Kapuas di Kalimantan Barat.
Di daerah Jambi, species ini ditemukan di Rawa Rantau Panjang dan Pematang Lumut, sedangkan di Riau terbatas pada DAS Indragiri, yaitu di sungai Bengkwan.

Betta simorum hidup pada perairan hutan rawa gambut hutan dengan kondisi air berwarna gelap kehitaman, yang sedikit diterpa cahaya. Habitat biasanya ditutupi oleh daun-daun jatuh, cabang dan akar-akar pohon yang terendam.
Panjang tubuh normal sekitar 6 cm, panjang maksimal bisa mencapai 8 atau 9 cm. Hidup di perairan bersuhu 25 – 30 °C.

Gallery

Betta simorum

Betta simorum
(jantan)


Betta simorum
(betina)



Cupang Plakat

Dunia ikan Cupang semakin semarak dengan hadirnya Ikan Cupang Plakat. Awalnya ikan cupang hanya dikenal dengan nama ikan aduan atau ikan laga, tapi ternyata perkembangan dalam mencetak ikan cupang semakin mengarah ke dunia ikan hias. Ditandai dengan hadirnya ikan cupang yang memiliki corak warna yang semakin bervariasi. Dunia ikan cupang dikejutkan dengan hadirnya beberapa ikan cupang dari Thailand, seperti Cupang Halfmoon, kemudian sekarang diramaikan lagi dengan kehadiran Cupang Plakat Halfmoon, Plakat Fancy, Plakat Koi dan Plakat Giant dengan penampilan lebih mengejutkan, serta postur lebih besar.

Cupang Plakat berasal dari cupang aduan ekor pendek yang sebelumnya pernah dikenal dengan nama "Katong" berbeda dengan cupang aduan ekor panjang yang disebut "Siam". Jadi Cupang Plakat berasal dari cupang alam ekor pendek dan cupang aduan yang dikembangkan dengan tujuan mendapat tampilan ekor yang berbeda serta sisik yang berbeda pula.
Nama "plakat" berasal dari bahasa Thai, yaitu “plakad”, sebutan umum untuk menyebut ikan laga atau cupang adu. Dalam dunia ikan aduan di Thailand, istilah "plakad" atau "plakat" digunakan untuk menyebut cupang aduan ekor pendek.

berikut saya kutip dari: https://docs.google.com
"  Sejarah ikan Cupang Plakat Dalam perkembangannya plakat dikimpoikan dengan ikan cupang halfmoon, yang menghasilkan ekor yang berbentuk setengah lingkaran menyerupai huruf D tapi bentuk besarannya tidak sebesar cupang halfmoon, jadi terlihat lebih imut. dan mempunyai tulang ekor yang lebih banyak untuk menyokong ekornya yang berbentuk halfmoon jadilah ikan jenis Plakat Halfmoon berekor pendek. bahkan ikan cupang plakat ekor mawar (rose tail) mempunyai cabang ekor lebih dari 8 batang Persilangan plakat dengan double tail menghasilkan plakat double tail atau cupang cagak ekor pendek dan plakat simetris, yang menambah kemeriahan ikan cupang hias, tapi ikan cupang plakat cagak ini masih belum banyak di pasaran untuk sekarang ini. Plakat Simetris atau symmetrical plakat memiliki sirip punggung (dorsal) yang tinggi dan lebar, Sejarah Ikan Cupang Plakat karena memiliki gen double tail yang resesif. Penampilan ikan cupang plakat simetris sangat menawan sehingga oleh International Betta Congress (IBC) dimasukkan ke dalam kelas tersendiri. untuk membedakan dengan plakat halfmoon & plakat tradisional. Ada juga cupang plakat untuk dikembangkan agar tubuhnya tumbuh lebih besar & indah dibanding dengan cupang umumnya yaitu berukuran sekitar 10 – 12 cm diukur dari ujung mulut sampai ujung ekornya. jadi besarnya kurang lebih dua kali besar ikan cupang normal. yang merupakan persilangan antara cupang alam dengan plakat yang berbadan agak besar yang menjadikan ikan jenis baru yaitu ikan cupang giant plakat. "

Dari penuturan yang didapat dari para penggemar ikan cupang, bahwa ikan Cupang Plakat merupakan perpaduan ikan cupang aduan dan dari betta species yang berasal dari alam liar.
Cupang Plakat memiliki ekor lebih pendek, sekilas menyerupai huruf "D", serta memiliki corak dan warna tubuh lebih cerah dibanding ikan cupang aduan dan cupang hias lainnya. Selain itu cupang plakat juga lebih mudah dirawat.

Harga jual seekor ikan cupang plakat saat ini juga lumayan fantastis berkisar antara Rp.100.000 sampai Rp.500.000. Walaupun harga nya cenderung lebih mahal daripada ikan cupang hias lainnya, tapi ikan cupang plakat saat ini rupanya berhasil merebut hati penggemar cupang hias.

Cupang Plakat sendiri yang beredar saat ini, sekitar ada 4 jenis, yaitu:
  • Cupang Plakat Fancy
    jenis cupang plakat fancy merupakan cupang multiwarna, paling sedikit cupang ini memiliki 3 corak warna yang tersebar di tubuh, sirip dan ekor.
  • Cupang Plakat Koi
    jenis cupang plakat koi, bisa dikatakan merupakan versi mini ikan koi yang terkenal itu, karena berukuran kecil jadi tidak memerlukan aquarium besar, bahkan ditempatkan di toples ikan ini masih terlihat menarik.
  • Cupang Plakat Giant,
    jenis cupang plakat giant, berukuran paling besar, panjang tubuhnya bisa mencapai 15 cm. Ikan cupang jenis ini menjadi alternatif lain bagi peminat ikan cupang hias di Indonesia. Ikan ini masuk ke Indonesia pada tahun 2007.
  • Cupang Plakat Halfmoon
    jenis ini sudah lebih dahulu masuk ke Indonesia, dibanding ketiga jenis cupang plakat di atas, yaitu sekitar tahun 2000-an.

Gallery

Cupang Plakat Fancy

  


Cupang Plakat Koi




Cupang Plakat Giant, (10 - 15 cm)
Copper Plakat Giant


Monster Plakat Giant


source:
http://www.indobettafish.com
http://www.cupangstarz.blogspot.com
http://jotyabettanews.blogspot.com

Manado Coelacanth

Coelacanth Indonesia, Latimeria menadoensis, di Indonesia disebut sebagai Raja Laut. merupakan satu dari dua species Coelacanth yang ada di dunia.

Ikan Raja Laut
Manado Coelacanth
(Latimeria menadoensis)

source: wikipedia.org
Coelacanth asli Indonesia ini memiliki warna kecoklatan. Dan saat ini terdaftar dalam daftar IUCN, sebagai terancam punah. Kerabat Coelacanth Indonesia ini adalah Comorro Coelacanth (Latimeria chalumnae) atau (West Indian Ocean coelacanth yang berwarna kebiruan dan hidup di Samudra Hindia sebelah barat, dan juga terdaftar sebagai terancam punah.

Klasifikasi:
Kingdom:
Phylum:
Class:
Subclass:
Order:
Family:
Genus:
Species:

Animalia
Chordata
Sarcopterygii
Actinistia
Coelacanthiformes
Latimeriidae
Latimeria
Latimeria menadoensis,
(Pouyaud, Wirjoatmodjo, Rachmatika, Tjakrawidjaja, Hadiaty & Hadie, 1999)

Ikan Coelacanth atau Raja Laut ini, sebelumnya dianggap punah sekitar 65 juta tahun yang lalu. Tapi pada September 1997, Arnaz dan Mark Erdmann, sepasang turis asing yang sedang berbulan madu di pulau Manado Tua, Sulawesi Utara, tanpa sengaja melihat seekor ikan aneh di pasar Manado Tua. Awalnya Mark menduga itu adalah Gombessa (Comoro Coelacanth), meskipun itu coklat, bukan biru. Lalu pada tanggal 30 Juli 1998, seekor Coelacanth dengan panjang 1,2 m dan berat 29 kg ditangkap hidup-hidup. Setelah para ilmuwan mempelajari warna, gerakan sirip dan perilaku umum, dipastikan bahwa ikan tersebut adalah Manado Coelacanth (Latimeria menadoensis). Spesimen ini disumbangkan ke Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), bagian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kemudian pada bulan Juli tahun 2011, seorang nelayan di Manado bernama Rafles Tampi, tanpa sengaja menangkap ikan purba ini di perairan Malalayang Manado. Dengan tertangkapnya ikan ini di Manado, membuktikan bahwa ikan yang telah berusia lebih dari 65 juta tahun ini ternyata masih bertahan hidup sampai saat ini.

Comoro Coelacanth
West Indian Ocean coelacanth
(Latimeria chalumnae)

source: wikipedia.org
Dari hasil tes DNA, mengungkapkan bahwa spesimen Manado Coelacanth ini berbeda secara genetik dari Comoro Coelacanth.
Coelacanth Manado dalam bahasa lokalnya disebut Raja Laut ("King of the Sea"), sekilas terlihat sama dengan yang ditemukan di Comoro. Perbedaan terlihat dari warna latar belakang, kulit Manado Coelacanth berwarna kecoklatan-abu-abu, sedangkan Comoro berwarna kebiruan. Dalam edisi 1999 Comptes Rendus de l'Académie des sciences Paris oleh Pouyaud et al. Diberi nama ilmiah Latimeria menadoensis. Pada sebuah suti moledul tahun 2005, diperkirakan antara kedua species ini terjadi selisih waktu antara 40-30 juta tahun.

Arapaima gigas (Pirarucu, Paiche)


Nama latin:
Arapaima gigas
Nama umum:
Arapaima

Pirarucu

Paiche

Arowana



Klasifikasi:


Kingdom:
Animalia
Phylum:
Chordata
Class:
Actinopterygii
Order:
Osteoglossiformes
Family:
Osteoglossidae
Subfamily:
Heterotidinae
Genus:
Arapaima, J. P. Müller, 1843
Species:
Arapaima gigas, (Schinz, 1822)


Arapaima gigas
Arapaima gigas, atau biasa dikenal dengan sebutan Arapaima, Pirarucu, atau Paiche, adalah ikan air tawar tropis Amerika Selatan. Arapaima ini menjadi salah satu ikan air tawar yang berukuran terbesar di dunia. Arapaima ini adalah keluarga ikan Arowana yang populer di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Ukuran tubuh Arapaima bisa mencapai panjang sekitar 2,5 m dengan bobot lebih dari 100 kg. Populasi ikan Arapaima ini mulai terancam, karena para kolektor ikan eksotis memburu ikan ini untuk dijadikan salah satu koleksi pribadinya. Di Amerika Selatan, ikan ini sering ditangkap terutama untuk ekspor, selain itu masyarakat lokal juga mengkonsumsi ikan ini, akibatnya populasi ikan Arapaima mulai menyusut dan semakin jarang ditemukan di alam liar.

Ukuran tubuh yang besar serta ikan ini sering muncul di permukaan lah, yang membuat ikan ini mudah ditangkap. Ikan ini memiliki ketergantungan yang mendasar pada udara permukaan untuk bernapas. Selain insang, memiliki kandung kemih berenang dimodifikasi dan diperbesar, terdiri dari paru-seperti jaringan, yang memungkinkan untuk mengekstrak oksigen dari udara. Ini merupakan adaptasi terhadap kondisi sering hipoksia dari dataran Amazon. Kondisi ini membuat Arapaima naik ke permukaan untuk mengambil udara setiap 5 sampai 15 menit.

Pemerintah Brazil telah mengeluarkan larangan untuk menangkap ikan ini. Memancing ikan ini hanya dibolehkan di pedalaman atau daerah terpencil tertentu di lembah Amazon, penangkapan hanya dibolehkan hanya untuk konsumsi penduduk setempat.
Ikan ini memakan ikan berukuran yang lebih kecil, krustasea, serta beberapa binatang darat yang kebetulan masuk ke dalam air. 


Arapaima ini bertelur selama bulan-bulan ketika tingkat air rendah atau mulai meningkat. Mereka membangun sarang sekitar 50 cm dan lebar 15 cm, biasanya di daerah dipercaya berlumpur. Ketika air naik menetas telur dan keturunannya memiliki musim banjir untuk makmur, selama bulan Mei hingga Agustus. Oleh karena itu, pemijahan tahunan diatur musiman. Jantan Arapaima adalah mouthbrooder, seperti biasanya Osteoglossum, yang berarti Arapaiman muda dilindungi dalam mulutnya sampai mereka bisa mencari makan sendiri. Sedangkan betinanya membantu melindungi sang jantan dan anak-anaknya dengan melingkari mereka dan mengusir predator potensial.


Ikan Arapaiman ini populer sebagai ikan hias air tawar yang dipelihara para kolektor ikan eksotis. Tempat yang dibutuhkan adalah sebuah bak atau akuarium yang berukuran besar, agar tidak membuat ikan ini stress.

sumber: 
  • english wikipedia: Arapaima
  • dan sumber lain

Betta rubra

Species Betta rubra, adalah spesies betta endemik daerah barat laut pulau Sumatra, Indonesia. Spesies Betta ini hidup mulai dari daerah Meulaboh provinsi Aceh sampai Sibolga provinsi Sumatra Utara.

Penamaan lokal diberikan oleh Perugia sebagai 'Lago Toba, Siboga', dengan alternatif / ejaan dari "Sibolga", dan sebagai penghuni danau di ketinggian 900 m dari permukaan laut.

Klasifikasi:
Order:     Perciformes
Family:    Osphronemidae
Genus:    Betta
Species:  Betta rubra, Perugia, 1893


Sungai-sungai di daerah barat laut pulau Sumatera mengalir ke Samudera Hindia dan wilayah ini hydrogeographically terisolasi dari sisa pulau oleh pegunungan Bukit Barisan, sehingga banyak memiliki spesies endemik di wilayah tersebut.

Spesies Betta rubra memiliki panjang tubuh sekitar 5 cm, yang mendiami perairan dataran rendah, hutan sungai keruh, air keruh serta khas lingkungan blackwater. Berada di habitat yang terhalang dari sinar matahari, karena tertutup oleh daun-daun pohon dan tumbuhan yang tebal, serta air dengan suhu antara 22° - 27° C dan pH 5,0 - 6,5.

Serangga kecil menjadi santapannya, dan zooplankton di alam. Apabila dipelihara akan mudah menerima makanan kering, tapi harus disertai makanan hidup, seperti cacing sutra dan jentik-jentik (anak nyamuk).

Ikan jantan memiliki warna yang cerah, dan sirip-sirip dapat mengembang dengan indahnya. Terutama apabila melihat betina. Sedangkan betina memiliki warna tubuh agak buram, dan warna tidak terlalu terlihat.

Betta rubra adalah dalam ber-reprofuksi adalah mouthbrooder. Dalam pemijahan dalam bak besar, pasangan dibiarkan bersama, kondisi bak harus dibuat sesuai menyerupai bentuk habitat aslinya.

sumber:

Ikan Hias Eksotis dan Langka Jadi Incaran Kolektor

Ikan hias langka, menjadi target para kolektor untuk jadi salah satu koleksi di rumah. Ikan hias yang memiliki warna yang tidak seperti sejenisnya, atau memiliki corak dan warna yang berbeda, rupanya menjadi perhatian khusus para kolektor ikan hias saat ini.

Berbagai cara dilakuka para hobiis untuk mendapatkan ikan hias yang diinginkannya. Mulai dari berburu di pasar ikan hias hingga pasar ikan pun menjadi tempat perburuan mereka. Selain itu menjelajah ke berbagai daerah lokal maupun mancanegara, juga memanfaatkan media komunikasi dan internet.

Tiger Fish Sumatra
Coius microlepis
pic (seriouslyfish)
Gourame Albino
pic (sulit)
Gourame Malaysia
pic (arowanaclub)
Salah satu ikan hias yang menjadi incaran adalah Tiger Fish Sumatra dengan ukuran tubuh 45 cm dan ikan Bawal Albino menjadi salah satu kebanggaan tersendiri para kolektor, apabila telah memilikinya.

Jenis lain yang menjadi incaran para kolektor adalah Gurami Malaysia, yang menurut para penggemar ikan hias, ikan ini semakin tua warna merah pada siripnya akan semakin menyala dan ekornya berubah menjadi seperti sisir. Sehingga penampilannya pun semakin lama, akan semakin eksotis, yang tentunya membuat terpesona siapapun yang melihatnya.

sumber foto:

Betta tussyae

Betta tussyae
by Greg Maguire
Betta tussyae, adalah ikan dari family Osphronemidae, yang hidup di Malaysia, tepatnya di daerah Pahang. Dikenal dengan sebutan ikan lokal jenis selatan Pekan Pahang.

Ikan dari genus Betta ini memiliki panjang tubuh sekitar 3,7 cm untuk yang jantan, sedangkan betinanya memiliki tubuh yang lebih kecil dari yang jantan.

Klasifikasi:
Order:     Perciformes
Family:    Osphronemidae
Genus:    Betta
Species:  Betta tussyae, Schaller, 1985

Betta tussyae berasal dari lingkungan blackwater yang memiliki kadar asak lunak yang baik. Hidup pada perairan yang memiliki suhu sekitar 70' Fahrenheit.

Dalam pemijahan Betta tussyae, di tangki (bak) pemijahan, harus diberikan suasana seperti di tempat asalnya, dan diberi semacam gua dan beberapa tanaman. Dalam kondisi ini biasanya pasangan ikan ini akan melakukan pemijahan.

Jantan memiliki warna lebih jelas, dan memiliki sirip punggung yang lebih runcing. Sedangkan betina berbentuk bulat dan daerah dada terlihat menyimpan telur.

video: Betta tussyae

sumber:

Betta strohi

Betta strohi jantan
Betta strohi, berasal dari lingkungan blackwater dan harus memiliki air asam lunak yang baik disaring. Dan hidup pada suhu air sekitar 70' Fahrenheit.

Betta strohi betina
photo by Edward Miller [go]
Ikan Betta strohi, dapat disimpan di aquarium, atau tangki pemijahan, dan tangki masal. Sepasang bisa disimpan di tangki 20 galon. Dalam tangki pemijahan harus diberikan seperti gua dan tanaman. Setelah terjadi perkawinan dan menghasilkan telur yang telah menetas, makan sang jantan harus dipindahkan.

Jantan Betta strohi lebih berwarna dibanding betina, Jantan memiliki bar opercular merah, sedangkan betina berwarna agak keemasan.

Betta strohi, adalah mouthbrooder oleh jantan dan masa ikubasi oleh sang jantan sekitar 12 - 17 hari. Waktu inkubasi dapat bervariasi dengan suhu air. Betina biasanya hanya melakukan pemijahan.

Jenis lain yang menyerupai Betta strohi, adalah Betta foerschi, Betta mandor dan Betta rubra. Perbedaan Betta foerschi dan Betta mandor memiliki bar opercular merah, sedangkan Betta strohi memiliki warna keemasan batangan di bagian tubuh.

Betta strohi memiliki panjang tubuh, dari ujung kepala sampai ujung ekor, kira-kira 7 cm. Jantan dan betina memiliki ukuran yang hampir sama.

Penyebaran: Asia, Indonesia.

Klasifikasi:
Kelas:     Actinopterygii
Ordo:      Perciformes
Family:    Osphronemidae
Genus:    Betta
Species:  Betta strohi, Schaller and Kottelat, 1989


sumber:
sumber foto:

Betta balunga

Betta balunga jantan
Betta balunga, kemungkinan untuk memangsa serangga dan invertebrata kecil lainnya / zooplankton di alam. Captive ikan biasanya akan menerima produk-produk kering begitu mereka diakui sebagai dimakan, tapi harus ditawarkan banyak makanan hidup atau beku kecil seperti Daphnia, Artemia atau cacing secara teratur untuk memastikan pengembangan warna yang optimal dan kondisi.

Betta balunga betina
Serangga kecil seperti jangkrik atau lalat buah Drosophila juga cocok digunakan untuk memberi mereka makan.

Kelompok: Betta akarensis complex

Klasifikasi:
Genus: Betta
Species: Betta balunga, Herre, 1940


sumber foto:

Betta akarensis complex

Betta akarensis complex,

Species:
  • Betta akarensis, Regan, 1910 – akar betta
  • Betta antoni, Tan & Ng, 2006
  • Betta aurigans, Tan & Ng, 2004
  • Betta balunga, Herre, 1940
  • Betta chini, Ng, 1993
  • Betta ibanorum, Tan and Ng, 2004
  • Betta obscura, Tan & Ng, 2005
  • Betta pinguis, Tan and Kottelat, 1998


sumber:

Betta edithae

Betta edithae
(seriouslyfish.com)
Betta edithae, jenis ini adalah satu-satunya anggota kelompok Betta edithae complex, dalam genus, dan terpisah dari semua spp Betta lainnya. oleh kenyataan bahwa membran insang dan bagian posterior operkulum adalah buram atau tembus.

Genus itu sendiri adalah yang paling speciose dalam Osphronemidae keluarga dengan hampir 70 anggota yang diakui dan tampak mengatur untuk tumbuh lebih lanjut dengan yang baru terus digambarkan secara teratur sejak pergantian abad.

Complex:  Betta edithae complex

Klasifikasi:

  • Genus:    Betta
  • Species:  Betta edithae, Vierke, 1984




sumber:
- wikipedia
- bettafish.com
- israquarium.co.il
- seriouslyfish.com
- dan beberapa sumber lain

Betta gladiator

Betta gladiator
Betta gladiator, diduga endemik cekungan Maliau secara geografis terisolasi, sebuah dataran tinggi sekitar lingkaran tertutup oleh bukit-bukit di negara bagian Sabah, Malaysia, Kalimantan. Sungai Maliau merupakan bagian dari DAS Kinabatangan jauh lebih besar, kedua sungai Malaysia terpanjang.

Jenis ini dikumpulkan dari wilayah hutan bersama Puntius sealei dan Hemibagrus lih. baramensis dalam air asam dengan pH 4,2 - 4,8. Individu dewasa yang berjarak sekitar satu meter terpisah dan biasanya disertai dengan beberapa remaja

Complex:  Betta unimaculata complex

Klasifikasi:
  • Genus:    Betta
  • Species:  Betta gladiator, Tan & Ng, 2005


sumber:
- wikipedia
- bettafish.com
- israquarium.co.il
- seriouslyfish.com
- dan beberapa sumber lain

Betta pallida

Betta pallida
by Nonn
(seriouslyfish.com)
Betta pallida, dikumpulkan dari sungai yang bergerak lambat pada kedalaman dari 20 - 50 cm. Airnya sangat jernih dan sedikit berwarna lumut dan substrat itu tertutup oleh lapisan serasah daun. PH adalah 6,3, konduktivitas 82 mikrodetik / cm dan temperatur air 25,5 ° C. Di lain pH lokalitas adalah 6,5, konduktivitas 69 mikrodetik / cm dan suhu air 26,6 ° C

Complex:  Betta pugnax complex

Klasifikasi:
Genus:    Betta
Species:  Betta pallida, Schindler & Schmidt, 2004


sumber:
- wikipedia
- bettafish.com
- israquarium.co.il
- seriouslyfish.com
- dan beberapa sumber lain

Betta pardalotos

Betta pardalotos
(seriouslyfish.com)
Betta pardalotos, spesies ini masuk dalam kelompok Betta waseri complex, spesies yang berhubungan erat dalam genus, satu himpunan yang juga termasuk beberapa ikan tak dikenal seperti Betta sp. 'Medas', secara tidak resmi. Anggota kelompok berbagi kombinasi karakter berikut: dasar tubuh tanah liat pewarnaan kuning; skala operkulum emas warni pada laki-laki dewasa dari semua spesies kecuali Betta tomi; tenggorokan dengan tanda hitam yang bergabung dengan rahang bawah hitam di beberapa spesies, tidak ada bar pada dagu.

Complex:  Betta waseri complex

Klasifikasi:
Genus:    Betta
Species:  Betta pardalotos, Tan, 2009



sumber:
- wikipedia
- bettafish.com
- israquarium.co.il
- seriouslyfish.com
- dan beberapa sumber lain

Betta hipposideros

Betta hipposideros
(seriouslyfish.com)
Betta hipposideros, cara termudah untuk membedakan ikan ini adalah dengan memeriksa tanda tenggorokan, yang bervariasi menurut spesies, dan dalam kasus Betta hipposideros membentuk sepatu kuda berwarna hitam. Hal ini juga dapat dipisahkan dari anggota kelompok lain dengan suite karakter berikut: bercak gelap di tenggorokan tersambung ke bibir bawah berwarna hitam; kehadiran bar melintang di sirip punggung dan sirip ekor; tidak adanya margin gelap di dubur-sirip; operkulum biasanya dengan timbangan emas, tanpa sisik hijau iridescrent; marjin ventral operkulum coklat; 6,5 - 7 skala subdorsal (modus 6,5); 9 - 10 sisik postdorsal (modus 9,5); 31 - 32 sisik lateral (mode 32).

Complex:  Betta waseri complex

Klasifikasi:

  • Genus:     Betta
  • Species:   Betta hipposideros, Ng & Kottelat, 1994




sumber:
- wikipedia
- bettafish.com
- israquarium.co.il
- seriouslyfish.com
- dan beberapa sumber lain

Betta pinguis

Betta pinguis
(seriouslyfis.com)
Betta pinguis, termasuk dalam kelompok Betta akarensis complex, spesies yang berhubungan erat dalam genus, yang para anggotanya berbagi set karakter: memiliki garis-garis pra-orbital dan pasca-orbital (garis pasca-orbital tersebut terputus di beberapa spesies); dagu bar ini; ekor sirip-lanset dengan sinar median lebih perpanjang pada jantan dewasa; sirip ekor biasanya ada bar melintang; skala warna kehijauan atau kebiruan pada tubuh jantan dalam beberapa spesies.

Complex:  Betta akarensis complex

Klasifikasi:

  • Genus:    Betta
  • Species:  Betta pinguis, Tan & Kottelat, 1998


sumber:
- wikipedia
- bettafish.com
- israquarium.co.il
- seriouslyfish.com
- dan beberapa sumber lain
 

Blog Stat

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...